World Street Food Congress (WSFC) 2016 akan berlangsung di Filipina pada April mendatang. Untuk mengawali acara internasional ini diadakan tur mencicipi hidangan terbaik Filipina nonstop 15 jam.

Pada Sabtu (20/02), tur 15hr Food Frenzy Safari berlangsung di Filipina. Kegiatan ini diadakan oleh Makansutra Singapuraselaku penyelenggara WSFC, bersama Departemen Pariwisata Filipina, Badan Promosi Pariwisata Filipina dan Ayala Malls.

Acara ini diikuti oleh sejumah media dari berbagai negara, yang terdiri dari pencinta makanan, jurnalis, foodblogger dan food Instagrammer. Sebagai peserta kehormatan, pakar kuliner Indonesia, William W.Wongso juga ikut serta.

Secara khusus KF Seetoh selaku penggagas dan penyelenggara 15 Hours Food Frenzy Safari ini menyambut peserta.

“Sebelumnya kami pernah mengadakan tur kuliner 24 jam di Singapura. Ini baru pertama kali diadakan di Filipina. Sebagai perkenalan WSFC, kita akan melihat ‘hidden gem’ dari kuliner Filipina,” ungkap K.F. Seetoh, pendiri Makansutra, di hadapan peserta (20/02).

K.F. Seetoh juga menyebut Filipina dipilih jadi tuan rumah World Street Food Congress tahun ini karena termasuk negara di Asia dengan makanan khas yang belum banyak terungkap. Karenanya ada kesempatan besar terbuka untuk melakukan eksplorasi kuliner.

Selama tur, media dan blogger dari berbagai negara diajak mendatangi tempat-tempat kuliner tradisional khas Filipina dan mencicipi langsung hidangannya. Antara lain kare kare, tamales, hingga kinilaw.

Dalam waktu 15 jam, peserta nonstop mengunjungi 10 tempat makan terbaik di Filipina. Salah satunya  pasar malam makanan yang berisi penjaja-penjaja makanan baru. Tur diawali pukul 07.00 pagi dan berakhir pukul 22.00 malam waktu setempat.

Tur dimulai dari Manila hingga provinsi Pampanga yang berjarak sekitar 2 jam dari Manila. Pampanga merupakan provinsi di Central Luzon yang menjadi pusat kuliner autentik Filipina. Daerah ini memiliki hidangan khas sisig, kepala babi panggang yang populer.