Jakarta – Menjadi satu-satunya wanita di sebuah kapal tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga dan cukup menegangkan. Itu lah yang kini tengah dirasakan oleh Leni.

Perempuan asal Padang yang saat ini menjadi salah satu perwira di Kapal Negara (KN) 4801 Bintang Laut milik Badan Keamanan Laut (Bakamla). Baru pada akhir bulan Desember tahun lalu, Leni mulai ikut berlayar dengan kapal tersebut.

Dia diberi posisi sebagai Kepala Departemen Bantu (Kadepban) dengan pangkat Letda Maritim. Tugasnya mengurusi keuangan kapal untuk masalah operasional dan sebagainya.

“Tugasnya di sini sebagai Kadepban. Untuk bagian keuangan belanja kapal,” ucap Leni saat berbincang dengan detikcom di atas kapal beberapa waktu lalu.

Perjuangan Leni hingga dapat ikut berlayar bisa dibilang tak mudah. Lulusan D3 Akademi Maritim Sapta Samudra itu sempat bolak-balik ke Jakarta untuk mendapat ijazah laut.

“Ujiannya di Jakarta untuk ijazah laut di STIP Jakarta,” kata Leni.

Terlebih lagi ketika sudah menulis lamaran untuk bekerja di kapal. Ternyata Leni terpisah dengan 2 rekannya yang berada di kapal Bakamla lainnya.

“Kalau kawan saya perempuan ada di kapal satunya. Kalau saya di sini sendirian,” kata Leni.

Namun bukan berarti Leni merasa berkecil hati menjadi satu-satunya ‘srikandi’ di KN Bintang Laut. Justru Leni merasa nyaman lantaran mendapatkan pengalaman langsung.

“Memang pas sekolah juga kebanyakan cowok, jadi ya biasa aja,” ucapnya.

Leni pun sempat kaget ternyata ombak di laut terasa lebih kencang dari yang dia bayangkan. Sebulan pertama berada di kapal, Leni harus merasakan ganasnya ombak di perairan Natuna.

“Pertama kali layar ke Natuna yang ombaknya besar. Karena baru kali ini naik kapal seperti ini, sebelumnya di kapal Pelni kan enggak seperti ini,” kata Leni yang saat itu tak tahan dan mabuk laut.

Namun pengalaman itu yang melecut Leni untuk selalu siaga. Selain sebagai Kadepban, Leni juga terkadang bertugas sebagai asisten perwira jaga. Dia memiliki kemampuan navigasi yang masih ingin terus diasah.

“Ini juga masih belajar,” kata Leni merendah.